Faktor yang Mempengaruhi Pasar Forex

Pergerakan mata uang suatu negara sangat dipengaruhi oleh kondisi negara yang bersangkutan terutama dari sisi ekonomi, sosial, bahkan politik dalam dan luar negeri. Secara garis besar hal-hal yang akan mempengaruhi pergerakan mata uang suatu negara antara lain:

  • Fundamental dan tingkat resiko ekonomi
  • Tingkat pertumbuhan
  • Resiko pemerintah
  • Kebijakan pemerintah
  • Defisit perdagangan dan anggaran
  • Tingkat suku bunga

Misalnya adalah beberapa waktu lalu Amerika Serikat diguncang masalah ekonomi yang dipicu oleh hutang-hutang dari sektor properti (sub-prime mortgage). Hal ini membuat pasar meragukan fundamental ekonomi, tingkat pertumbuhan melambat dengan tingkat resiko dan jumlah pengangguran yang meningkat tajam untuk negara adi daya ini.

Krisis ini membuat pemerintah Amerika akhirnya mengeluarkan kebijakan ‘cetak uang’ yang disebut Quantitative Easing (QE) yang sempat dijalankan dua kali untuk memutar roda ekonomi. Bank Sentral Amerika (The Feds) menurunkan tingkat suku bunga sampai mendekati angka nol persen untuk memacu tingkat konsumsi masyarakat. Hal ini besar sekali pengaruhnya terhadap mata uang USD yang cenderung melemah akibat kebijakan QE dan QE2 dai pemerintah.

Contoh lain adalah pergerakan mata uang EURO di Uni Eropa yang dipengaruhi oleh dua kutub besar. Golongan pertama adalah negara-negara kaya seperti Jerman dan Perancis yang pertumbuhan ekonominya maju pesat dengan kebijakan pemerintah yang baik dan pro bisnis.

Golongan kedua dari 17 negara yang tergabung dalam Uni Eropa, yang dikenal dengan sebutan PIGS (Portugal, Irlandia, Greece, Spanyol). Tingkat konsumsi rakyat pada negara-negara ini sangatlah tinggi sehingga menyebabkan hutang negara yang teramat besar dan menyebabkan krisis di negara mereka pada khususnya dan Uni Eropa pada umumnya. Pasar selalu mengaitkan pergerakan harga EURO terhadap situasi yang melanda negara PIGS ini dan sikap European Central Bank (ECB) untuk mengatasi krisis disana.

Pasar forex pada umumnya akan bereaksi terhadap tingkat suku bunga dan tingkat inflasi suatu negara. Biasanya jika tingkat inflasi meninggi maka bank sentral akan terpaksa menaikkan tingkat suku bunga untuk menekan laju konsumsi. Oleh karena jumlah uang di pasar akan berkurang dengan banyaknya orang menginvestasikan uang di bank karena suku bunga yang lebih tinggi, ini akan menyebabkan mata uang negara itu naik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *